Kemunculan teknologi cloud dan peningkatan konektivitas bisnis dan sosial melalui ekspansi perangkat mobile yang cepat, mendorong kebutuhan manajemen data real time menjadi kunci setiap pertumbuhan saat ini. Hal itu diungkap oleh Tim Moylan, SAP South East Asia President saat jumpa media dalam rangka SAP Forum di Jakarta pada Rabu (13/6).

Tim menambahkan, salah satu teknologi kunci yang akan membawa perubahan besar dalam komputasi adalah in-memory computing.  Sebagai pemimpin pasar pada aplikasi peranti lunak untuk perusahaan, SAP telah memiliki teknologi ini dalam produk HANA yang memungkinkan pengolahan data langsung dari memori, sehingga prosesnya menjadi jauh lebih cepat.  Pengolahan data yang sebelumnya dilakukan dalam waktu lima jam dapat diselesaikan dalam kisaran detik dengan HANA.

Menurutnya, saat ini segala sesuatu dilakukan dengan perangkat mobile, semuanya ada di awan (cloud) dan semua data bisnis harus bisa dianalisis, dibuat, dan tersedia kapan saja dibutuhkan, dimana pun dan kapan pun. “Kami memprediksi bahwa lima tahun mendatang pelaku usaha akan lebih banyak menjalankan aktivitasnya dengan menggunakan platform mobile,” ujarnya.

Pada tahun ini, SAP memasuki usia ke-40. Sebagai rangkaian acara ulang tahunnya, SAP mengadakan Forum SAP di Asia Tenggara yang dimulai di Jakarta pada Selasa, 13 Juni 2012, dan berlanjut ke Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, dan Vietnam. Sedangkan, di Indonesia sendiri, SAP telah berusia 15 tahun dan memiliki sekitar 70 orang karyawan serta lebih dari 800 pelanggan.

Sementara itu, Managing Director SAP Indonesia, Singgih Wandojo, mengatakan, di Indonesia SAP mengalami pertumbuhan sangat cepat. Saat ini, SAP Indonesia memiliki lebih dari 800 customer dan 73 mitra. Dalam produk, produk unggulannya yang paling diminati adalah ERP, CRM dan cloud.

Berbicara tentang in-memory computing, Singgih mengatakan sejauh ini banyak perusahaan di Indonesia terutama dalam bidang perkebunan dan pertambangan yang menggunakan teknologi in-memori, tapi membutuhkan proses yang lama untuk memperkenalkan teknologi tersebut. Karena itu, SAP memiliki sebuah mesin untuk membuktikan kecepatan teknologi tersebut.

Untuk diketahui, teknologi yang baru dikenalkan pada 2011 itu memungkinkan pengguna menyimpan data-data dan aplikasi di dalam memory bukan hard disk sehingga proses kerja lebih cepat karena tidak ada proses mekanik dan biaya lebih murah.