Bank Sulsel Cabang Bone, tahun ini mengucurkan kredit sebesar Rp365 miliar. Kredit tersebut 90 persen diperuntukkan bagi usaha kecil dan menengah, dan hanya sepuluh persen ke perusahaan besar.

Demikian diungkapkan Pemimpin Bank Sulsel Utama Cabang Bone, Anzhary Muin di Redaksi FAJAR, Sabtu, 27 November.

Menurut Anzhari, sebagian besar UKM tersebut bergerak di bidang pertanian dan perikanan, selebihnya untuk para kontraktor. Anzhari mengaku memang fokus untuk menggenjot kredit di sektor usaha yang berskala kecil, pasalnya risikonya kecil bila dibandingkan bermain di perusahaan besar.

“Kalau UKM palingan kita kucurkan Rp10 juta satu UKM dan kalau sepuluh UKM sekitar Rp100 juta, kalau ada yang macet, belum tentu macet semua. Bandingkan misalnya Rp300 juta kita kucurkan di satu perusahaan besar kalau macet, habislah Rp300 juta itu,” ungkap Anzhari.

Apalagi sebut Anzhari, dalam aturan perbankan, ketika terjadi kerugian, maka perbankan harus bisa mencadangkan dana sebesar kerugian yang dialami bank tersebut. “Kalau kerugian misalnya Rp300 juta berarti bank harus menyediakan dana cadangan sebesar itu juga,” tambahnya.

Dari total kredit Rp365 miliar itu, sekira 55 persen untuk sektor produktif dan 45 persen untuk konsumtif. Komposisi kredit tersebut sudah memberikan gambaran bahwa Bank Sulsel Cabang Bone saat ini sudah sangat fokus kepada pemberdayaan UKM yang bergerak di sektor produktif.

Dengan demikian, Anzhari mengharapkan kredit tersebut mampu menggerakkan perekonomian di Bone yang akhirnya akan turut meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat Bumi Aru Palakka tersebut. (asw)

-Fajarnews