Segmen usaha kecil menengah (UKM) masih menjadi tulang punggung perekonomian di tanah air. Karena itu, perhatian dari kalangan perbankan terhadap kelompok UKM masih tinggi. Di antaranya Bank Mega. Regional Manager Bank Mega Surabaya (membawahi Jatim, Bali, dan Nusra) Koesprijono mengatakan proyeksi ke depan adalah menggenjot penyaluran kredit sektor UKM. Jumlah pinjamannya mulai Rp 100 juta sampai Rp 500 juta. Per Oktober, persentase untuk UKM masih kecil.

’’Misalnya di regional Jatim, Bali, dan Nusra, komposisinya masih 25 persen dari penyaluran kredit yang membukukan Rp 1,25 triliun,’’ ucapnya setelah meresmikan oulet ke-45 Wilayah Surabaya di kawasan Jl Dharmahusada, Surabaya. Proyeksi ke depan penyaluran kredit UKM bisa menembus 70 persen dari total pemberian dana kepada debitor. Untuk 2011, Koesprijono menargetkan komposisi sektor SMB bisa 50 persen. ’’Angka 70 persen itu target nasional yang bisa dicapai pada 2-3 tahun ke depan,’’ katanya.

Untuk merealisasikan target tahun depan, Bank Mega makin gencar membuka outlet di kawasan UKM. Khususnya yang bergerak di sektor perdagangan. Sampai akhir tahun ini, bank milik Para Group itu masih membuka gerai lagi di Malang dan Ponorogo.  ’’Tahun ini, kami seharusnya membuka 9 kantor baru. Tapi yang teralisasi baru enam gerai. Sampai Maret 2011, kami masih membuka tiga cabang baru yang merupakan utang tahun ini. Kendalanya adalah infrastruktur bangunan yang belum siap,’’ paparnya. (dio/oki)

-JPNN