JAKARTA – Potensi pasar yang besar menjadi salah satu daya tarik utama Indonesia bagi para produsen gadget global. International Data Center (IDC) Indonesia mengestimasi pembelanjaan TI di Indonesia mencapai US$ 14,7 miliar, atau naik 13,2% dibandingkan tahun lalu atau bahkan lebih bergantung pada kondisi ekonomi. 

Sejalan dengan IDC, Business Monitor International (BMI) menyatakan bahwa pasar TI Indonesia masih cukup menjanjikan, dengan pasar ritel sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan. Industri TI di kota-kota lain di luar Jawa dan Bali,  juga diprediksi mengalami pertumbuhan positif dan memberikan kontribusi pada perkembangan pasar TI.

Pembelanjaan TI tahun ini lebih banyak untuk produk hardware dan teknologi baru, Penjualan hardware komputer tahun ini diperkirakan mencapai Rp44,7 triliun di tahun 2013 dan pada 2017, nilainya akan mencapai Rp63,7 triliun. Sementara itu, penjualan software tahun ini diproyeksikan menyentuh angka Rp7,6 triliun dan pada 2017, nilainya akan mencapai Rp12,7 triliun. Layanan IT diprediksi mencapai Rp10,7 triliun pada 2013 dan naik menjadi Rp16,7 triliun pada 2017.

Penetrasi perangkat mobile di Indonesia saat ini berkembang dengan cepat. Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh eMarketers, diperkirakan penetrasi mobile di tahun 2013 akan mencapai 64% dari total populasi penduduk Indonesia. DataKementerian Komunikasi dan Informatika memperlihatkan jumlah telepon selular yang beredar di Indonesia telah mencapai 220 juta. Konektivitas di setiap aspek kehidupan masyarakat telah menjadi hal yang begitu penting hingga menjadi penyebab utama angka penetrasi telepon selular yang tinggi di Indonesia, dan angka tersebut diperkirakan akan terus bertumbuh seiring meningkatnya penjualan perangkat bergerak seperti tablet, smartphone dan lain-lain.

Peran penting konektivitas yang didukung oleh berbagai perangkat TI di masyarakat modern Indonesia saat ini tentu membuka peluang yang sangat menjanjikan bagi para pemain di Industri TI saat ini, para vendor berlomba memberikan kombinasi fitur terkini dan juga style yang dicari para penggunanya dan Indocomtech yang merupakan pameran TI terbesar di Indonesia ini masih menjadi pilihan para pemain ternama maupun pemain baru produsen dan vendor TI maupun industri pendukung untuk memperkenalkan, mengkomunikasikan dan mempromosikan produknya.

Pameran yang digelar oleh Yayasan Apkomindo & Dyandra Promosindo ini diharapkan akan menarik ribuan pengunjung dalam lima hari penyelenggaraannya. “Sebagai salah satu barometer perkembangan industri dan teknologi  Information and Communication Technology (ICT) di Indonesia, pameran ini akan menghadirkan berbagai teknologi dan fitur terkini dalam berbagai perangkat TI,” ujar Rudi Rusdiah, Dewan Pembina Yayasan Apkomindo, dalam sambutannya pada pembukaan Indocomtech (30/10). 

Ia juga menambahkan bahwa pameran kali ini juga akan memperkenalkan beberapa pemain baru industri TI Indonesia dengan berbagai gadget unggulannnya untuk pasar Indonesia. Pameran ini juga menjadi wadah yang tepat bagi para produsen dan pemain ICT baik lokal maupun global untuk menggelar berbagai kegiatan promosi dan berinteraksi secara langsung dengan konsumen untuk mendapatkan masukan terkait produk mereka. Para pelaku industri ICT dipastikan akan memberikan program promosi yang memikat mengingat Indocomtech 2013 adalah pameran ICT terakhir di tahun ini. “Kami akan memaksimalkan penyelenggaraan Indocomtech tahun ini dengan memberikan berbagai inovasi baru bagi peserta dan pengunjung pameran Indocomtech tahun ini,” terang Bambang Setiawan, COO Dyandra Promosindo. (*)