Bank Indonesia (BI) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) berharap laju inflasi bisa ditekan. Jika inflasi turun, suku bunga acuan BI (BI rate) juga akan turun, sehingga bunga kredit (lending rate) pun akan terimbas turun. Ujung-ujungnya bunga kredit bisa menjadi satu digit.

Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, jika mampu menurunkan bunga kredit, usaha kecil dan menengah (UKM) lebih berani untuk meminjam ke bank. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak tergantung dari perusahaan-perusahaan besar.

“Selama ini, pertumbuhan ekonomi berputar di angka enam persen. Jika UKM solid, maka dapat tembus hingga tujuh persen,” kata Darmin di Bandung, Jumat 26 November 2010.

Untuk itu, BI menggandeng BPS melakukan memorandum of understanding (MoU) dalam kerja sama dan tukar menukar data statistik.

Menurut Darmin, data-data statistik, khususnya sektor riil dibutuhkan Bank Indonesia, karena inflasi dan sektor riil memiliki keterkaitan langsung dengan sektor finansial serta moneter. “BI juga mengurusi inflasi dan sektor riil, karena itu juga berpengaruh ke lending rate,” kata dia.

Sementara itu, Kepala BPS, Rusman Heriawan, menjelaskan kerja sama tersebut menunjukkan BI peduli dengan sektor riil. Dengan adanya kerja sama pertukaran data ini diharapkan dapat menambah keragaman statistik dan memperkaya kebijaksanaan BI.

“Selama ini, ada anggapan sektor perbankan tidak peduli dengan sektor riil,” ujarnya.

.–VIVAnews