Bank Indonesia (BI) mencatat lebih dari setengah pelaku industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) belum mendapatkan akses perbankan. BI memaparkan hanya terdapat sekitar 47,1% rekening pelaku UMKM di industri perbankan termasuk di Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Demikian disampaikan oleh Direktur Kredit, BPR, serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Bank Indonesia (BI) Edy Setiadi di sela acara Munas VIII Perbarindo di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Selasa (09/11/2010).

“Masih banyak sekali industri UMKM yang belum tersentuh perbankan. Dari data terakhir hanya 47,1% rekening di perbankan yang merupakan nasabah UMKM,” ujar Edy.

Bahkan, dari data Bank Dunia (World Bank) Edy mengatakan sekitar 60% pelaku UMKM di Indonesia belum tersentuh perbankan. Oleh sebab itu, Edy mengatakan peranan BPR untuk mengembangkan UMKM masih sangat terbuka.

“Bank sentral sangat mengharapkan BPR dapat menjadi sebuah community bank yang mempunyai pangsa sendiri mengembangkan UMKM di suatu kawasan,” tuturnya.

Edy mengatakan prinsip pelaku UMKM masih berorientasi dan memiliki ketergantungan dengan lingkungan setempat.

“Jadi masih ketergantungan memperoleh modal dari pasar lokal dan sumber keuangan lokal lainnya. Oleh karena itu BPR bisa masuk ke situ,” tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur BI Darmin Nasution juga mengatakan sebanyak 60 juta pengusaha UMKM ternyata belum tersentuh layanan jasa perbankan. Padahal, UKM memberikan kontribusi yang tidak kecil terhadap pertumbuhan ekonomi.

-Herdaru Purnomo – detikFinance