Berbagai perusahaan di Asia Pasifik dan Jepang (APJ) semakin mengalihkan anggaran TI (teknologi informasi) mereka dari hal yang sifatnya pemeliharaan rutin ke proyek-proyek yang lebih inovatif. Rata-rata, 33 persen waktu mereka untuk membantu pelanggan dengan proyek-proyek inovasi yang memungkinkan terciptanya layanan penghasil pendapatan yang baru.

Itulah hasil survei dari CA Technologies Channel Indeks 2013 yang dirilis pada CA Expo ’13 di Jakarta, Selasa (3/9). Survei ini mengungkap iklim inovasi di antara mitra dan pelanggan Asia Pasifik dan Jepang. Menurut survei tersebut, sebelumnya kebijakan yang konvensional menggunakan 80 persen dari anggaran TI perusahaan untuk perawatan dan operasional. Sedangkan, sisanya sebesar 20 persen untuk proyek inovasi. Namun, kini proyek-proyek inovatif semakin dikedepankan.

Menurut Managing Director PT CA Solusi Teknologi Aswil Nazir, saat ini para CIO (Chief Information Officer) dimanapun sedang mengantisipasi lingkungan TI yang semakin kompleks. Pada saat yang bersamaan, mereka juga terus menerus dituntut untuk melakukan sesuatu yang lebih. “Untuk berhasil di dunia baru TI, para CIO membutuhkan strategi dan focus dalam menyeimbangkan antara penyampaian layanan TI yang normal dan penciptaan layanan baru untuk mengiring petumbuhan bisnisnya,” ucap Aswil dalam konferensi pers.

Channel Index Survey menemukan sebuah iklim inovasi diantara para CIO di APJ. Mereka semakin mengalihkan anggaran rutin mereka dari pemeliharaan rutin terhadap proyek yang  lebih inovatif yang memungkinkan layanan pertumbuhan pendapatan untuk bisnis.

“Bagi setiap perusahaan, proyek-proyek TI didorong memenuhi kebutuhan agar berinovasi. Agar terus kompetitif, setiap bulannya perusahaan menciptakan aplikasi TI-nya masing-masing,” ucap Trevor Bunker, Senior Vice President Global Presales CA Technologies.

Tiga Prioritas

Tiga prioritas area investasi TI muncul dari penelitian ini, yaitu mobilitas perusahaan, big data, dan komputasi awan. Mobilitas perusahaan menjadi semakin luas dengan menyediakan pelanggan dan karyawan berbagai cara baru dan nyaman untuk mengakses aplikasi perusahaan.

Indeks ini mengungkap, sekitar 87 persen mitra CA Technologies berharap di tahun mendatang terjadi peningkatan belanja untuk mobilitas perusahaan. Bahkan, hampir 95 persen mengakui bahwa adopsi yang cepat dari mobilitas menciptakan kesempatan untuk membantu pertumbuhan bisnis mereka. Selanjutnya, sekitar 79 persen  lainnya percaya bahwa belanja big data akan meningkat dalam setahun kedepan.

Komputasi awan di indentifikasi sebagai prioritas ketiga karena hampir 74 persen responden yang disurvei memprediksi terjadinya peningkatan belanja komputasi awan hingga tahun depan. Komputasi awan dianggap membuat pelanggan lebih gesit untuk memenuhi kebutuhan bisnis dan memungkinkan inovasi dengan  memanfaatkan cara baru dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi.

Menurut Victor Cheng, Vice President Asia South CA Technologies, ruang lingkup TI secara global mengalami perubahan yang cepat. Hal ini menjadi bukti nyata yang terjadi di kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ) yang merupakan rumah bagi beberapa pasar yang dinamis di dunia.

“Kita tinggal pada era inovasi APJ, dan TI adalah inti yang luar biasa bagi transformasi social-ekonomi. Pertanyaannya, saat ini ada di tangan para CIO. Apakah mereka ingin secara proaktif dan strategis mendorong pertumbuhan, atau hanya menjaga dan memelihara infrastruktur TI saja,”ungkap Victor.