PT Bank Danamon Tbk mengumumkan rencana penawaran publik obligasi rupiah senilai Rp2 triliun dengan suku bunga berkisar antara 8,25%-9%. Ini untuk mendukung pertumbuhan kredit, khususnya di segmen mikro dan usaha kecil menengah (UKM).

“Penerbitan obligasi menyusul momentum positif pada pertumbuhan kredit kami yang didukung oleh kondisi usaha yang kondusif,” kata Direktur Utama Bank Danamon Henry Ho di Jakarta, Selasa (9/11).

Selaku salah satu pihak penjamin emisi obligasi, Director Structured Products Investment Banking Division PT Danareksa Sekuritas Reza Benito Zahar mengatakan, obligasi yang ditawarkan Bank Danamon terdiri dari dua seri, yaitu seri A dengan jangka waktu tiga tahun dan bunga sebesar 8,25%-8,75% serta seri B dengan jangka waktu lima tahun dan bunga sebesar 8,5%-9%.

“Saya confident demand-nya besar. Apalagi, dengan reputasi kredibilitas Bank Danamon sebagai perusahaan terbuka,” katanya.

Obligasi tersebut mendapat pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan pada 30 November 2010 mendatang. Penawarannya akan dilakukan pada 2-3 Desember mendatang serta distribusi dan pencatatan masing-masing dilakukan pada 9 dan 10 Desember 2010.

Direktur Keuangan Bank Danamon Vera Eve Lim mengatakan bahwa dana yang didapatkan dari penawaran obligasi tersebut akan digunakan untuk pembiayaan kredit mikro sebesar 60%, kredit bagi UKM sebesar 25%, dan portofolio kredit lainnya sebesar 15%. (OL-5)

-Media Indonesia