Hari ini, para Menteri dan CEO dari negara-negara Asia Tenggara dan Amerika Latin –yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi global– akan bertemu di Jakarta dalam ASEAN Latin Business Forum.

Pertemuan yang akan digelar selama dua hari ini (9-10 Juli 2012), akan membahas pengembangan kerja sama ekonomi dalam menghadapi tekanan ekonomi global dan tantangan lingkungan. “Dengan komitmen kuat untuk menjadi pemain aktif dalam rancangan ekonomi global, Indonesia  berada pada posisi yang sangat baik untuk menyambut para mitra dagang dan investasi, serta menjadi tuan rumah suatu Forum Bisnis yang sangat bergengsi  pada waktu yang sangat tepat. Dengan demikian, pengembangan kerja sama ekonomi merupakan suatu keniscayaan dan tidak bisa ditunda-tunda,” kata Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan.

Ditambahkan Mendag, kesempatan ini perlu dimanfaatkan oleh kedua  belah pihak untuk memperkuat kerja sama ekonomi  guna menjamin arus barang, jasa, modal, investasi dan penggerak ekonomi utama yang lain secara bertanggung jawab. Kedua belah pihak  tentu akan saling lebih memahami peluang usaha mana yang terbuka dari segi volume dan kualitas bisnis.

Saat ini semakin penting untuk membangun pemahaman dan kerja sama yang  erat  antara  negara-negara anggota  ASEAN dan  anggota Amerika  Latin  & Karibia (LAC).  Karena ada kemiripan antara kedua kawasan yang memiliki kesamaan profil demografi, jumlah penduduk yang sebanding sebesar 580  juta orang,  dan proyeksi pertumbuhan di kedua kawasan sebesar  4-5%, maka diperlukan suatu pola investasi yang strategis, pertukaran pengetahuan  dan teknologi serta strategi yang inovatif untuk mendukung pengembangan ekonomi lebih lanjut.

Selain Menteri Perdagangan dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dari Indonesia, para  Menteri  Ekonomi yang terkait,  Wakil  Menteri dan  Direktur  Jenderal dari negara-negara Brasil, Peru, Meksiko,  Kolombia, Argentina, Chile, Ekuador, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Myanmar akan bergabung dengan para pimpinan perusahaan industri dari kedua kawasan termasuk antara lain Vale, Toyota Auto2000, HSBC, dan Monsanto, pada kesempatan forum dagang dan investasi ini.

Rekomendasi utama dari hasil Forum Bisnis ini akan mendorong pengembangan pijakan dasar ekonomi inti yang mendukung serta mendorong terciptanya narasi yang berpikiran maju demi kerja sama Asia Tenggara dan Amerika Latin & Karibia.  “Dengan mengakui adanya tekanan ekonomi global dan dampak yang dirasakan oleh banyak negara termasuk  Indonesia, kita perlu meninjau kembali langkah-langkah yang direkomendasi dengan pendekatan  realistis dan sesuai dengan kondisi perusahaan dan tenaga kerja yang ada,” kata Sofjan Wanandi, Ketua APINDO. (*/IR)