Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengirim 60 delegasi ke Amerika Serikat untuk menindaklanjuti beberbagai kesepakatan perdagangan dan kemitraan pasca kunjungan Presiden Barack Obama ke Indonesia.

Delegasi Hipmi ke AS dipimpin langsung Ketua Umum Erwin Aksa yang meninggalkan Tanah Air hari ini. Anggota Hipmi yang dikirim mewakili dari berbagai usaha mulai dari usaha kecil menengah (UKM), perdagangan, infrastruktur, pendidikan, serta waralaba.

”Kami akan mengeksplorasi setiap kemungkinan usaha secara b-to-b. Terutama  kemungkinan peningkatan perdagangan Indonesia dan AS seusai kedatangan Presiden Obama belum lama ini,” ujar Erwin Aksa dalam keterangan resmi kepada Bisnis hari ini.

Kunjungan delegasi Hipmi ke AS mengusung tema Hipmi-US 2010 Trade Mission akan bertemu dengan sejumlah asosiasi pengusaha ternama di AS, seperti Kadin Amerika dan Asosiasi Franchise Amerika Serikat.

Hipmi juga akan melakukan pertemuan secara b-to-b dengan sejumlah pengusaha dan investor di negara Paman Sam tersebut. Menurut rencana pertemuan akan diadakan di Washington DC dan New York.  ”Kami berharap Hipmi bisa bawa banyak peluang bisnis dan investasi dari Amerika ke Indonesia.”

Ketua Panitia Hipmi-US 2010 Trade Mission Aidil Hakim mengatakan misi ini mendapat dukungan dari Pemerintah Amerika Serikat , dalam hal ini Kedutaan Besar Amerika di Indonesia dan Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Aidil menjelaskan pascakedatangan Presiden Obama, hubungan perdagangan Indonesia dan AS makin bergairah. Indikator itu terlihat dari kemudahan dalam proses pengurusan visa bagi pengusaha Indonesia ke AS.

“Setelah peristiwa serangan 11 September 2001 terhadap menara kembar AS, pengusaha kita memang kita banyak menemui kendala.Menteri pun bahkan tidak gampang mendapat visa. Sekarang hubungan Indonesia dan Amerika makin mesra,” tuturnya.

Di Amerika delegasi Hipmi akan diterima pejabat Kementerian Perdagangan Amerika Serikat, Petinggi Bank Dunia, dan pejabat-pejabat di Wall Street. Berdasarkan data Hipmi Research Center, menunjukan, nilai ekspor Indonesia ke berbagai negara  per September 2010 mencapai US$12,08 miliar atau menurun sebesar US$ 12,02% dibandingkan dengan Agustus 2010.

Jika dibandingkan dengan September 2009  mengalami peningkatan sebesar 22,70%. Ekspor nonmigas hingga September 2010 mencapai US$10,13 miliar, turun 13,66 % dibandingkan dengan Agustus 2010.

Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia pada periode Januari-September 2010 mencapai US$110,81 miliar, atau meningkat 38,27% dibandingkan dengan periode yang sama 2009.  Ekspor nonmigas mencapai US$91,83 miliar atau meningkat 34,89%.

“Dari jumlah itu,  kontribusi ekspor ke AS baru mencapai 10,55% dari total ekspor non migas ke-12 negara tujuan.Ini perlu peningkatan kerja sama b-to-b ,” tegas Erwin.(bas)

-Bisnis Indonesia