Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin menyampaikan,  bahwa impor pada bulan Mei sebesar 17,21 miliar dollar AS.  Angka tersebut naik 16,09 persen dibandingkan Mei 2011. “Selama Januari–Mei 2012 nilai impor mencapai 79,90 miliar dollar AS atau meningkat 16,62 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 68,51 miliar dollar AS,” sebut Suryamin, dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (2/7/2012).

Dalam catatan BPS, negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Mei 2012 masih ditempati oleh Cina dengan nilai 11,89 miliar dollar AS dengan pangsa 19,29 persen, diikuti Jepang 9,66 miliar dollar AS (15,67 persen) dan Thailand US$4,73 miliar (7,67 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 21,72 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 8,84 persen.

Sementara itu, nilai impor semua golongan penggunaan barang selama Januari–Mei 2012 dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat, yaitu impor barang konsumsi sebesar 6,13  persen, bahan baku/penolong sebesar 13,07 persen, dan barang modal sebesar 37,12 persen.

Ekspor Non Migas Naik 3,41%

Sementara itu, ekspor Indonesia pada Mei 2012 mengalami peningkatan sebesar 3,41 persen dibanding April 2012, yaitu dari 16.173,2 juta dollar AS menjadi 16.724,8 juta dollar AS. Bila dibandingkan dengan Mei 2011, ekspor mengalami penurunan sebesar 8,55 persen.

Peningkatan  ekspor Mei 2012 disebabkan oleh meningkatnya ekspor nonmigas sebesar 4,00 persen, yaitu dari 12.612,5 juta dollar AS menjadi 13.116,6 juta dollar AS, demikian juga ekspor migas naik sebesar 1,33 persen dari 3.560,7 juta dollar AS menjadi 3.608,2 juta dollar AS.

Selain itu, peningkatan ekspor migas disebabkan oleh meningkatnya ekspor minyak mentah sebesar 1,56 persen menjadi 1.080,7 juta dollar AS dan ekspor gas naik sebesar 2,84 persen  menjadi 2.165 juta dollar AS. Sebaliknya, ekspor hasil minyak turun sebesar 7,39 persen menjadi  362,5 juta dollar AS.

Volume ekspor migas Mei 2012 terhadap April 2012 untuk minyak mentah dan gas masing-masing naik sebesar 11,61 persen dan 1,93 persen, sebaliknya hasil minyak turun sebesar 3,05 persen. Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia turun dari 124,63 dollar AS per barel pada April 2012 menjadi 113,76 dollar AS per barel pada Mei 2012.

Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari–Mei 2012 mencapai 81,42 miliar dollar AS atau meningkat 1,48 persen dibanding periode yang sama tahun 2011, sementara ekspor nonmigas mencapai 64,26 miliar dollar AS atau meningkat 0,04 persen.(IR)