Jakarta – Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sepakat meningkatkan hubungan menjadi kemitraan strategis yang komprehensif. Kedua negara memperluas cakupan kerja sama di berbagai bidang, termasuk dalam isu regional dan global.

“Saya percaya, di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping kita akan bisa meningkatkan lagi kerja sama bilateral di waktu mendatang sebagai mitra strategis yang komprehensif. Kami bersepakat meningkatkan cakupan kerja sama seluas-luasnya di berbagai bidang, baik bilateral maupun kawasan dan dunia,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam keterangan pers bersama Presiden RRT Xi Jinping di Ruang Kredensial, Istana Merdeka, seusai pertemuan bilateral, Rabu (2/10) sore.

Baik Indonesia maupun RRT senang karena kerja sama kedua negara terus meningkat dari tahun ke tahun, baik di bidang ekonomi maupun non-ekonomi. “Kita sepakat terus meningkatkan perdagangan dan investasi kedua negara. Nilai perdangangan sekarang sebesar 51 milliar dollar AS akan terus ditingkatkan,” ujar SBY.

Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung sekitar 45 menit, Indonesia dan Tiongkok juga sepakat meningkatkan kerja sama di bidang perindustrian, pembangunan infrastruktur, transportasi, energi, dan keuangan. “Kami menyadari ada potensi yang baik untuk terus dikerjasamakan di bidang pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif,” tambah Presiden SBY.

Sektor lainnya, seperti maritim, perikanan, pertahanan dan keamanan, antariksa, serta penanggulangan bencana alam juga menjadi bidang-bidang yang akan terus ditingkatkan. Untuk isu-isu kawasan dan global, Indonesia dan Tiongkok sepakat meningkatkan kerja sama dia melalui forum ASEAN, ASEAN+, East Asia Summit, APEC, dan G20. Indonesia juga menyampaikan dukungan terhadap Tiongkok untuk menjadi tuan rumah APEC tahun depan, dan G-20 pada saatnya nanti.

Sementara itu Presiden Jinping dalam pernyataanya sesudah Presiden SBY menjelaskan, pertemuan bilateral ini produktif. “Kami setuju untuk meningkatkan kemitraan strategis menjadi strategis komprehensif. Tiongkok bersedia berusaha bersama Indonesia untuk mendorong kerja sama ke arah yang baru dan membawa kesejahteraan bagi rakyat kedua negara,” ujar Presiden Jinping.

Jinping menambahkan, RRT bersedia mendirikan pusat kebudayaan Tiongkok di Jakarta dan Konsulat Jenderal di Bali. Untuk waktu lima tahun mendatang, RRT juga akan menyediakan 100 beasiswa bagi pelajar Indonesia menuntut ilmu di Institut Confusius. Selain itu, untuk mendorong proses pembangunan interkoneksi dan integrasi ekonomi di kawasan, RRT mengusulkan dibangunnya Bank Investasi Infrastruktur Asia. (Teks&Foto: presidenri.go.id)