Sebanyak 20 wirausahawan kreatif muda Indonesia terpilih untuk memperebutkan posisi juara pada IYCE Awards British Council 2012-2013. Selama empat hari, 11-14 Juli 2012, 20 finalis akan mengikuti proses karantina dan serangkaian kegiatan bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan dalam memperluas jaringan usaha mereka.

Kompetisi IYCE merupakan kompetisi tahunan terbuka bagi wirausahawan muda yang mampu menggabungkan kesuksesan bisnis, pencapaian kreatif, misi sosial, dan antusiasme untuk berkolaborasi secara internasional. Kompetisi ini membuka peluang bagi wirausahawan kreatif muda Indonesia untuk menjajal pasar Inggris yang merupakan pintu gerbang ke Eropa.

Berbeda dari tahun sebelumnya, pada tahun ini kompetisi IYCE terbuka untuk dua (2) kategori, yaitu Kategori Desain dan Fesyen dan Kategori Film dan Interaktif. Dua kategori ini dianggap merepresentasikan industri paling berkembang pesat baik di Inggris dan Indonesia. Dari ratusan aplikasi yang masuk, terlampir 20 nama sebagai finalis IYCE Awards 2012-2013.

Apa yang membedakan IYCE Awards British Council 2012 dari tahun-tahun sebelumnya? Pertama, kesempatan bagi para pemenang untuk mendapatkan pendanaan proyek besar dari Inggris dan/atau Indonesia. Kedua, pengembangan konsep “Malam Kewirausahawan Kreatif.” Lebih dari sekedar wacana mengumumkan pemenang IYCE Awards 2012, acara ini memberikan ruang bagi para finalis untuk speed networking, presentasi, dan berbagi pengalaman dengan para pemenang IYCE sebelumnya dan wirausahawan sukses lainnya. Ketiga, kesempatan bagi para pemenang untuk berkunjung ke Inggris.

 

Pada tahun 2012, British Council akan mempertemukan YCE Inggris dengan kelompok internasional. Dalam ajang ini dibuka akses seluas-luasnya kepada para pemenang untuk berkolaborasi secara internasional. Alasannya, hal ini dapat mempercepat hubungan mereka dengan para pelaku industri; para agen di Inggris, mitra dan penanam modal bersama YCE.

Melalui kunjungan singkat ke Inggris selama tujuh hari, wirausahawan kreatif muda lainnya dari 27 negara akan berjejaring dengan pemuka industri di Inggris, berpartisipasi dalam kegiatan masterclass eksklusif, dan berkesempatan untuk mempromosikan usaha kreatif mereka dalam festival internasional.

Untuk tahun 2012 inipun, British Council menyediakan skema pendanaan atau Seed Funding. Tahun ini, British Council menyediakan pendanaan kepada dua alumni IYCE sukses: Wahyu Aditya dan Yoris Sebastian. Mereka  akan merancang sebuah proyek yang akan membantu menanggulangi masalah sosial dan ekonomi di Indonesia. Diharapkan, kolaborasi mereka dengan seniman terbaik Inggris dapat memberi khasanah baru pada pembangunan kreatif ekonomi negeri ini.

”British Council bermitra dengan pemain utama dalam sektor industri kreatif di Indonesia untuk memperluas jangkauannya terhadap generasi penerus, para inovator muda, sekaligus pemuka industri kreatif. Kolaborasi ini diharapkan dapat memungkinkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial di Indonesia sekaligus membantu memperluas jaringan industri ekonomi dan kreatif global,” ucap Direktur Program British Council Mark Crossey.

Sederet nama besar menjadi perwakilan Dewan Juri IYCE Awards 2012. Diantaranya Direktur Utama Femina Group Svida Alisjahbana, Pemimpin Redaksi Majalah Dewi Ni Luh Sekar, dan perancang busana ternama Indonesia Biyan Wanaatmadja untuk kategori Desain dan Fesyen. Mewakili Kategori Film dan Interaktif sejumlah nama seperti Presiden Direktur Multiply.com Stefan Magdalinski, dan Chief Information Officer PT Telkom Indonesia Indra Utoyo. British Council juga mendatangkan Steve Taylor, pakar kewirausahaan Inggris sebagai juri dan pelatih selama proses karantina.