JAKARTA -Pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia sepakat untuk meningkatkan volume perdangangan sebesar USD 15 miliar pada 2015 mendatang. Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa usai menerima Menteri Perdagangan dan Investasi Australia Andrew Robb, di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Selasa (1/10/2013)

Kerjasama perdagangan Indonesia dan Australia pada tahun 2012 mencapai USD 10,2 miliar dan hingga Juni 2013 ini perdagangan diantara kedua negara telah menghasilkan USD4,3 miliar. ia juga mengatakan beberapa komoditas yang diperdangangkan adalah emas, kendaraan bermotor, baja, dan kayu.

Selain meningkatkan volume perdagangan, sambung Menko Perekonomian,baik pemerintah Indonesia dan Australia juga sepakat untuk meningkatkan kelancaran investasi kedua negara.

“Indonesia mengundang Australia untuk terlibat dalam pelaksanaan proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), khususnya koridor 5 dan 6. Dan Indonesia juga mengundang Australia untuk berinvestasi di bidang peternakan sapi dan pengembangan industri produk olahan sapi yang berkualitas halal,” ujarnya.

Menko Perekonomian juga berharap dengan kepemimpinan Perdana Menteri Australia yang baru ini akan dapat memperkokoh hubungan kerjasama kedua negara, jadi tidak hanya dibidang perdangan dan investasi tapi kebidang lainnya.

“Kita dan Australia ini bukan hanya sahabat tapi Australia adalah stategis patner Indonesia dan sahabat Indonesia baik dalam situasi normal maupun situasi yang sulit,” tuturnya.