Secara resmi, Pekan Raya Jakarta (PRJ) ke-45 atau Jakarta Fair 2012 dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (14/6). Pekan Raya Jakarta (PRJ) menjadi ajang promosi produk dalam negeri. Presiden mengajak warga Jakarta dan masyarakat Indonesia untuk datang ke PRJ dan memberi apresiasi dengan membeli produk dalam negeri. “Berbelanja di Pekan Raya Jakarta, selain sebagai bentuk kecintaan kepada produk dalam negeri, juga mendorong peningkatan pertumbuhan industri dan ekonomi kreatif di tanah air,” kata Presiden SBY dalam sambutannya. 

Selain sebagai ajang promosi produk, PRJ juga penting dari aspek sosial budaya. “Pekan Raya Jakarta menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan keragaman budaya Indonesia kepada para pengunjung dari mancanegara,” Presiden SBY menambahkan. PRJ, kata Presiden, dapat pula dimanfaatkan untuk memperkenalkan industri pariwisata dan potensi daerah kepada dunia luar. “Kombinasi dan integrasi event ini diharapkan menjadi faktor pendorong bagi tumbuhnya iklim investasi, yang tidak hanya berskala nasional, tetapi juga internasional,” ucapnya.

Presiden menjelaskan bahwa melalui PRJ dunia industri tanah air akan termotivasi untuk menghadirkan produk-produk yang kreatif dan inovatif, dan menumbuhkan munculnya bentuk-bentuk ekonomi kreatif baru di tengah masyarakat. Penyelenggaraan PRJ juga memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi nasional.

Rp 4 Triliun

PRJ ke-45 ini bertemakan ‘Majulah Jakartaku’ dengan sub tema ‘Dengan Majunya Kota Jakarta Kita, Maka akan Maju Pula Seluruh Kota dan Wilayah Indonesia’. Menurut Ketua Panitia Jakarta Fair Hartati Murdaya, target pengunjung PRJ kali ini adalah 4 juta orang dengan target nilai total transaksi sebesar Rp 4 triliun.

“Jakarta Fair ke-45 ini sudah bukan sebatas pasar malam lagi, melainkan telah menjadi event besar promosi perdagangan dan perindustrian, promosi budaya dan produk kreatif putra-putri Indonesia, serta ajang hiburan yang berskala besar pula,” ujar Hartati Murdaya dalam sambutannya. PRJ akan berlangsung 32 hari dari tanggal 14 Juni-15 Juli.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan bahwa PRJ merupakan trademark Kota Jakarta yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat. “Majunya Jakarta bukan hanya memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat ibu kota melainkan juga sebagai stimulus kemajuan nasional dan citra bangsa di dunia internasional,” ujar Fauzi Bowo. (*)