JAKARTA – Kementerian Perdagangan RI dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berhasil mengumpulkan sekitar 600 orang dari kalangan dunia usaha, eksportir, investor, akademisi, dan organisasi pendukung bisnis (asosiasi) untuk berdialog mengenai upaya peningkatan volume perdagangan dan investasi Indonesia. Dialog tersebut dikemas dalam Trade and Investment Forum yang diselenggarakan selama dua hari, 17-18 Oktober 2013, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

Acara utama dalam forum ini adalah Trade and Investment Seminar yang bertema Trade to Invest in Remarkable Indonesia: Enhancing Export and Domestic Market through Investment. Pemerintah berharap kolaborasi perdagangan dan investasi ini dapat menghasilkan kemajuan pembangunan ekonomi yang signifikan karena keduanya saling terkait dan mendukung peningkatan satu sama lain.

Pada hari pertama seminar, Kamis (17/10), Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan, Kepala BKPM Mahendra Siregar, Direktur Jenderal Kerja Sama Industri Internasional Agus Tjahajana Wirakusumah, Ketua KADIN Suryo Bambang Sulisto, dan Ketua APINDO Sofjan Wanandi,  berkesempatan menjelaskan kepada  para  pelaku  bisnis  dan  investor  terkemuka  mengenai  peluang  dan  tantangan  dalam melakukan perdagangan dan investasi di Indonesia dan dunia internasional. “Tidak hanya informasi, kami juga membantu mencarikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi dunia usaha,” jelas Mendag.

Di akhir acara seminar, Kemendag dan BKPM juga menyelenggarakan kegiatan one-on-one meeting bagi para investor yang hadir. “Tujuannya agar para investor dapat memahami lebih jauh potensi investasi di Indonesia, khususnya di daerah-daerah,” kata Kepala BKPM.

Pada kesempatan ini dihadirkan juga perangkat daerah dari 33 Provinsi di bidang Penanaman Modal (PDPPM) seluruh Indonesia yang akan melakukan one-on-one business meeting dengan para calon investor. Selain itu, PDPPM seluruh Indonesia juga ikut dalam pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2013 yang menampilkan potensi investasi seluruh Provinsi di Indonesia.

Kegiatan lain yang termasuk dalam rangkaian acara Trade and Investment Seminar adalah Regional Discussion. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai produk-produk potensial dan akses pasar luar negeri. Sebagai pembicara adalah Duta Besar Republik Indonesia di luar negeri, Atase  Perdagangan,  Indonesia  Trade  Promotion  Centre (ITPC),  serta  Kepala  Perwakilan  Republik Indonesia di luar negeri.

Materi yang akan disampaikan antara lain mengenai tantangan dan peluang dalam menerobos pasar luar negeri untuk sektor tertentu, persyaratan perdagangan untuk sektor tertentu, serta kebijakan pemerintah asing terkait perdagangan yang dijelaskan dalam gambaran umum.

Target peserta Regional Discussion ini adalah sekitar 60 peserta yang  terdiri dari para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan calon eksportir. “Kami akan membagi mereka ke dalam tujuh kelas yang didasarkan pada wilayah tujuan ekspor, yaitu kawasan ASEAN, Australia-New Zealand (ANZ), Asia non-ASEAN, Timur Tengah, Eropa bagian Timur, Eropa bagian Barat, Amerika dan Afrika,” urai Mendag

Selanjutnya, Kemendag dan BKPM juga memfasilitasi para peserta UKM dan calon eksportir yang ingin memahami lebih detail peluang dan tantangan dalam mengeskpor produk ke negara tujuan ekspor tertentu melalui Business Counselling. Dalam kegiatan yang diselenggarakan pada 18 Oktober 2013 ini, para peserta dapat berdiskusi langsung secara individual dengan para atase perdagangan dan ITPC. Kelas konsultasi dibagi menjadi empat wilayah, yaitu wilayah ASEAN dan Asia non-ASEAN; Australia, Timur Tengah dan Afrika; Eropa; dan Amerika.

“Selain informasi dan solusi, kami berharap melalui forum seminar dan konseling ini, para pelaku usaha  di  Indonesia  dapat  langsung  menjalin  networking  dengan  calon  mitra  dagang,”  tandas Mendag.

Trade and Investment Forum (TI Forum) 2013 merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari Trade Expo Indonesia (TEI) 2013. Kegiatan ini diselenggarakan pada 17-18 Oktober 2013, bertempat di Gedung Pusat Niaga Lantai 6 JIExpo Kemayoran, Jakarta. Termasuk dalam rangkaian acara TI Forum adalah Trade and Investment Seminar, Regional Discussion, Business Counseling, serta one-on-one meeting.

TI Forum merupakan wadah penyampaian kebijakan pemerintah Indonesia dalam menghadapi peluang dan tantangan perdagangan global. Kegiatan ini diharapkan  mampu membangun sinergi yang positif antara pemerintah dan dunia usaha dalam meningkatkan kinerja di sektor perdagangan dan investasi. (*)